Customer skincare tidak sekadar mencari produk — mereka mencari solusi untuk skin concern-nya. Luna adalah AI Salestial yang dituning khusus untuk beauty brand: paham active ingredients, menerjemahkan keluhan sehari-hari menjadi skin concern, menyusun skincare routine, lalu menemani customer sepanjang skin journey-nya.
Online
Satu chat, dari keluhan pertama sampai pesanan jadi. Perhatikan bahwa Luna tidak pernah menyebut nama produk sebelum ia tahu kondisi kulit customer-nya.
Luna bukan chatbot generik yang dipasangi katalog skincare. Ia adalah persona Salestial yang seluruh alur percakapan, knowledge base, dan batas bicaranya dirancang mengikuti cara beauty enthusiast belanja — banyak bertanya soal ingredients, takut breakout, dan butuh yakin dulu bahwa produknya cocok untuk skin type mereka.
AI Beauty Advisor & Sales
Enam kemampuan yang tidak dimiliki asisten AI umum — semuanya lahir dari pertanyaan yang benar-benar muncul di chat beauty brand.
Skincare butuh 2–4 minggu untuk menunjukkan hasil. Di rentang itulah customer paling sering berhenti pakai — dan brand kehilangan repeat order. Luna dirancang untuk menemani seluruh siklusnya.
Skin type, alergi, produk yang pernah dicoba, reaksi yang muncul, sampai tanggal mulai pemakaian — semuanya tersimpan di skin profile customer. Saat mereka chat lagi tiga bulan kemudian, Luna melanjutkan dari titik terakhir, bukan memulai dari nol.
Satu claim berlebihan bisa jadi masalah regulasi, dan satu rekomendasi yang salah bisa merusak skin barrier customer sekaligus reputasi brand. Karena itu batas bicara Luna ditulis eksplisit sejak awal — bukan ditambahkan setelah ada insiden.
Kondisi berisiko → eskalasi ke beauty advisor
Simulasi percakapan lengkap dari sudut pandang customer sebuah brand skincare. Pilih satu skenario untuk memainkannya.